Allah Tritunggal

Allah Tritunggal

Benarkah orang Kristen menyembah tiga Allah? Waktu Yesus berdoa,  Dia berdoa kepada siapa? Ada berbagai pertanyaan tentang Allah yang bisa membingungkan kita. Mari kita pelajari apa yang dinyatakan oleh Alkitab seputar doktrin Tritunggal.

ASAL MULA ISTILAH “TRITUNGGAL”

Istilah Tritunggal/Trinitas mula-mula dinyatakan oleh Tertullian, seorang Bapa Gereja Latin abad ketiga. Meskipun bukan istilah Alkitab, tetapi konsepnya dirumuskan dari Alkitab. Misalnya, formula Tritunggal ini: “Anugerah Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian” (2Kor. 13:14).

DOKTRIN TRITUNGGAL YANG ALKITABIAH

Secara singkat, doktrin Tritunggal menyatakan bahwa Allah adalah satu dalam hakikat dan tiga dalam pribadi (one in essence and three in person).

Alkitab menyatakan bahwa Allah itu esa (Ul. 6:4); Bapa, Anak, dan Roh Kudus itu sama-sama Allah yang setara dan sama kekalnya (1Kor. 8:6; Yoh. 1:1-3; Kis. 5:3-5); sekaligus di berbagai bagian Alkitab kita dapat membedakan ketiganya dengan jelas (contohnya ketika Yesus dibaptis; Mat. 3:16-17).

Jadi, kita dapat menjabarkan sebagai berikut:

  1. Bapa (pribadi pertama) adalah Allah.
  2. Anak (pribadi kedua) adalah Allah.
  3. Roh Kudus (pribadi ketiga) adalah Allah.
  4. Tetapi, Bapa bukan Anak, Bapa bukan Roh Kudus, dan Anak bukan Roh Kudus.

Untuk membantu pemahaman doktrin Tritunggal, Gereja menyusun diagram Perisai Tritunggal (Latin: Scutum Fidei/Perisai Iman, melambangkan penjagaan dari ajaran-ajaran yang keliru).

BEBERAPA AJARAN YANG KELIRU SEPUTAR TRITUNGGAL

Berikut ajaran-ajaran yang paling menonjol yang tidak sesuai dengan doktrin Tritunggal:

  1. Triteisme. Inti ajaran ini: Allah itu tiga pribadi yang terpisah tetapi saling bekerja sama.
  2. Unitarianisme. Inti ajaran ini: Allah itu satu pribadi saja dan Yesus itu bukan Allah.
  3. Modalisme. Inti ajaran ini: Allah itu satu pribadi saja yang berganti-ganti peran. Di Perjanjian Lama sebagai Bapa, di Perjanjian Baru sebagai Anak, dan setelah Yesus naik  ke surga, sekarang sebagai Roh Kudus. Ini mirip dengan seseorang yang kalau di kantor berperan sebagai karyawan, di rumah sebagai ayah, dan di gereja sebagai majelis. Semuanya satu pribadi yang sama. Analogi ini tidak tepat karena misalnya, satu pribadi tentu tidak bisa saling berkomunikasi. Padahal, Alkitab mencatat Yesus sering berdoa kepada Bapa. Sabellius (abad ketiga) adalah pengajar modalisme yang paling terkenal. Ajarannya dikenal dengan Sabelianisme.
  4. Arianisme. Inti ajaran ini: Yesus itu bukan Allah yang sejati, tetapi ciptaan yang tertinggi. Ajaran ini dikembangkan oleh Arius (abad ketiga), seorang imam dari Aleksandria,  Mesir. Saksi-Saksi Yehuwa, salah satu bidat/aliran sesat masa kini, ajarannya dipengaruhi oleh Arianisme.

RELEVANSI DOKTRIN TRITUNGGAL

Berikut relevansi doktrin Tritunggal, baik dalam kehidupan iman maupun keseharian kita:

  1. Allah Tritunggal membuat kita dapat mengenal Allah dengan lebih baik. Alkitab menyatakan bahwa tidak seorang pun dapat melihat Allah dan tetap hidup (Kel. 33:20; 1Tim. 6:16). Namun kita dapat mengenal Allah melalui Yesus, Allah yang berinkarnasi sebagai manusia (Yoh. 1:18).
  2. Allah Tritunggal membuat penebusan menjadi mungkin. Yesus adalah kurban yang sah sebagai tebusan dosa karena Dia adalah Allah dalam wujud manusia yang tidak bercacat (Ibr. 9:14).
  3. Allah Tritunggal menjadikan Allah bisa saling berinteraksi di dalam diri-Nya sendiri tanpa bergantung pada ciptaan. Jika Allah hanya satu pribadi, bagaimana Dia bisa mewujudkan relasi dan kasih sebelum ada ciptaan (Kis. 17:25)?
  4. Allah Tritunggal adalah teladan dan pola relasi di dalam tubuh Kristus dan juga pernikahan (1Kor. 11:3; 12:4-6; Ef. 4:4-7).

BAGAIMANA JIKA KITA BELUM 100% MENGERTI?

Jika kita belum mengerti sepenuhnya, itu wajar. Adanya misteri justru menunjukkan keagungan Allah. Makanya, semua analogi untuk memahami Tritunggal ada kelemahannya (seperti analogi karyawan-ayah-majelis di bagian modalisme). Yang penting bagi kita adalah memahami sebatas apa yang dinyatakan Alkitab dan jangan berspekulasi dengan hal-hal di luar Alkitab (Ul. 29:29; Ayb. 11:7-8). Jangan lupa, mohon bimbingan Roh Kudus.

(Dipublikasikan oleh solascriptura.id. Diolah dari berbagai sumber pilihan)  

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *