Kasih Allah Versus Kasih Dunia yang Materialistis (Rm. 5:6-8)

Kasih Allah Versus Kasih Dunia yang Materialistis (Rm. 5:6-8)

Di negara-negara Barat, Jumat Agung (hari ketika Kristus mati di salib) biasa disebut dengan Good Friday. Mengapa peristiwa yang luar biasa keji bisa disebut good (baik)? Karena melalui darah-Nya, orang-orang yang percaya kepada-Nya memperoleh pengampunan dosa (Ef. 1:7). Inilah Kabar Baik tentang kasih Allah. Kabar terpenting yang perlu didengarkan oleh manusia.
Mau Seperti Yudas atau Maria? (Yoh. 12:1-8)

Mau Seperti Yudas atau Maria? (Yoh. 12:1-8)

Tahukah Anda bahwa pekan terakhir dalam kehidupan Tuhan Yesus menempati porsi yang besar dalam kitab-kitab Injil? Narasi tersebut diceritakan dalam Matius 21-28 (33% dari Injil Matius), Markus 11-16 (40% dari Injil Markus), Lukas 19-24 (25% dari Injil Lukas), dan Yohanes 12-21 (50% dari Injil Yohanes). Besarnya porsi narasi hari-hari menjelang penyaliban-Nya ini menyiratkan bahwa hidup-Nya memang dijalani untuk menggenapi kasih Allah dalam menyelamatkan orang-orang berdosa. Sayangnya, kasih Allah yang luar biasa besar ini sering dipandang rendah oleh manusia, seperti apa yang tertulis dalam Yoh. 12:1-8 ini.
Hidup Sebagai Umat yang Kudus (Ul. 14:1-2)

Hidup Sebagai Umat yang Kudus (Ul. 14:1-2)

Ketika mendengar kata “umat yang kudus,” apa yang ada dalam bayangan kita? Apakah orang-orang yang derajatnya hampir sama dengan malaikat, tidak pernah berbuat dosa? Atau, orang-orang yang ekstrim, antisosial dan tidak mau bergaul dengan yang lain? Kekudusan sering disalahartikan, dan juga diabaikan, oleh orang-orang Kristen. Akibatnya, tidak sedikit di antara orang Kristen yang hanya merasa senang karena telah menerima anugerah keselamatan, tetapi dalam kehidupan sehari-hari sama dengan orang lainnya.
“Aku Haus!” (Yoh. 19:28-30)

“Aku Haus!” (Yoh. 19:28-30)

Banyak tokoh dunia yang terkenal karena perkataannya, tetapi tidak ada yang setara Kristus. Perkataan-Nya tidak hanya memiliki makna yang dalam, tetapi juga memiliki kuasa. “Aku haus!” merupakan perkataan kelima dari tujuh perkataan menjelang kematian-Nya yang tercatat di dalam Injil. Perkataan ini merupakan ironi, peristiwa yang bertentangan dengan apa yang diharapkan. Pemilik seluruh alam semesta, kok meminta minum? Dia yang menawarkan air hidup (7:14), mengapa justru malah dehidrasi kekurangan air?
Masa Tua Seperti Apa yang Akan Kita Jalani? (Mzm. 92:13-16)

Masa Tua Seperti Apa yang Akan Kita Jalani? (Mzm. 92:13-16)

https://open.spotify.com/episode/2lCTSi7ze5jRqGCDKtDnkK?si=PDGI80_ATEazB00a-B3BlQ 13 Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; 14 mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita.…
Menjadi Gereja yang Mengutamakan Kristus (Kol. 1:15-23)

Menjadi Gereja yang Mengutamakan Kristus (Kol. 1:15-23)

Masihkah gereja relevan (penting/berguna) dalam dunia yang serba canggih seperti sekarang ini? Permasalahan hidup yang semakin kompleks dan kemajuan zaman membuat banyak orang tidak lagi memiliki gairah terhadap hal-hal rohani. Bagaimana gereja seharusnya menyikapinya?
Bolehkah Orang Kristen Merayakan Imlek?

Bolehkah Orang Kristen Merayakan Imlek?

Pertanyaan "Apakah ini/itu boleh atau tidak?" sering hinggap di kalangan orang-orang Kristen. Salah satunya, berkaitan dengan tradisi yang telah sekian lama dilakukan di kebudayaan masing-masing. Salah satunya, bolehkah orang Kristen…
Bermula dari Kesesakan, Berakhir dengan Ucapan Syukur (Mzm. 116)

Bermula dari Kesesakan, Berakhir dengan Ucapan Syukur (Mzm. 116)

https://open.spotify.com/episode/1juhVYwthaa6mtc3RJsagn?si=NmticFIOQHab0dxYrga3gw 1 Aku mengasihi TUHAN, sebab Ia mendengarkan suaraku dan permohonanku. 2 Sebab Ia menyendengkan telinga-Nya kepadaku, maka seumur hidupku aku akan berseru kepada-Nya. 3 Tali-tali maut telah meliliti aku,…