Ajaran seputar akhir zaman sering menjadi pembicaraan orang Kristen. Bahkan, ada beberapa tokoh yang memprediksi kapan dunia berakhir sehingga membuat takut orang-orang percaya. Maka, kita perlu memahami apa yang sebenarnya diajarkan Alkitab mengenai akhir zaman.
APA ITU DOKTRIN AKHIR ZAMAN?
Dalamdunia teologi,bidang yang secara khusus menggali tentang akhir zaman disebut eskatologi (Yun. eschatos=’terakhir’; logos=’kajian’). Di dalamnya tidak hanya tentang akhir dari dunia ini, tetapi juga kedatangan Kristus, kebangkitan orang mati, dan penyempurnaan Kerajaan Allah.
Doktrin ini bukan tentang tebak-tebakan kapan hari kiamat dan peristiwa heboh apa yang menyertainya. Namun, bagaimana Allah akan membawa sejarah dunia menuju akhirnya dan menyempurnakan seluruh rencana penebusan-Nya.
AKHIR ZAMAN DALAM PERJANJIAN LAMA
Pengajaran tentang akhir zaman sudah dimulai sejak Perjanjian Lama. Sejak awal, Allah menjanjikan kemenangan atas kuasa kejahatan (Kej. 3:15) dan berkat bagi segala bangsa (Kej. 12:1-3). Inilah yang menjadi pengharapan tergenapinya rencana Allah secara total dalam sejarah.
| solascriptura.id (diolah dari berbagai sumber) |
Para nabi kemudian memberitakan adanya “Hari TUHAN” (lih. Am. 5; Zef. 1), saat Allah menyatakan penghakiman-Nya atas kejahatan sekaligus menyelamatkan umat-Nya. Penggenapannya tampak dalam berbagai peristiwa penghakiman dan keselamatan dalam sejarah Israel, tetapi penggenapan akhirnya masih dinantikan. Pada saat itu, bangsa-bangsa akan menaati kehendak Tuhan (Yes. 2:2; Yer. 3:17), ada kedamaian secara global (Yes. 2:4), umat Allah menikmati keamanan dan kesejahteraan (Mi. 4:4; Za. 8:12), serta hukum Tuhan tertulis dalam hati mereka (Yer. 31:31-34).
Pengharapan ini juga berkaitan dengan janji tentang keturunan Daud yang akan digenapi oleh Mesias, Raja yang memerintah dengan keadilan dan membawa damai sejahtera (Yes. 11:1-10).
AKHIR ZAMAN DALAM PERJANJIAN BARU
Di dalam Perjanjian Baru, pengajaran akhir zaman terus berlanjut dengan berpusat pada Kristus, Sang Mesias. Kedatangan Kristus yang pertama ke dunia menandakan zaman akhir sudah terjadi, tetapi belum penuh (already but not yet; Ibr. 1:1-2; 1Kor. 10:11). Puncaknya akan digenapi ketika Kristus datang kedua kalinya. Ketika itu, akan ada kebangkitan tubuh, penghakiman terakhir, serta pemulihan seluruh ciptaan (Why. 21-22).
Pada akhirnya, Allah akan tinggal bersama umat-Nya (Why. 21:3) dan mereka akan menikmati persekutuan dengan-Nya selama-lamanya.
KEKELIRUAN-KEKELIRUAN UMUM
Terdapat beberapa kekeliruan umum seputar akhir zaman dan ajaran Alkitab yang benar:
| Kekeliruan | Ajaran Alkitab |
| Mengaitkan peperangan dan bencana besar sebagai tanda segera datangnya akhir zaman | Bencana dan peperangan adalah “permulaan penderitaan” yang biasa terjadi sepanjang sejarah dunia (Mat. 24:4-8). Ini memanggil kita untuk bertobat, bukan untuk menebak tanggal kiamat. |
| Mengaitkan tokoh tertentu sebagai Anti-Kristus yang menandai akhir zaman | Anti-Kristus (pengajar sesat/ penentang Kristus) sudah ada sejak zaman para rasul (1Yoh. 2:18, 22; 4:3). Fokus kita adalah memandang pada Kristus, bukan menebak sosok ini. |
| Terjebak dalam spekulasi datangnya akhir zaman | Tidak seorang pun mengetahui hari dan saat Kristus datang kembali (Mat. 24:36, 42–44; Kis. 1:7). Tugas kita adalah berjaga-jaga. |
BAGAIMANA KITA MERESPONS DOKTRIN INI?
Ada beberapa prinsip yang penting untuk kita ikuti:
- Miliki iman dan pengertian yang alkitabiah, sehingga doktrin akhir zaman memberikan pengharapan dan sukacita, bukannya ketakutan yang berlebihan. Inilah pentingnya kita menggali Alkitab dan menguji ajaran-ajaran yang ada.
- Tidak terjebak pada spekulasi. Ada hal-hal yang tidak dijelaskan secara terperinci dalam Alkitab sehingga bisa menimbulkan berbagai tafsiran. Kita perlu membedakan mana yang secara jelas diajarkan Alkitab dan mana yang masih bisa diperdebatkan. Yang pasti, Kristus akan datang kembali, kejahatan akan lenyap, dan umat Allah akan menerima kebahagiaan kekal.
- Hidup dalam pengharapan dan kesiapsiagaan. Tekun dalam pengajaran firman Tuhan, menghidupinya, serta memberitakan Kabar Baik. Inilah hal-hal yang Tuhan inginkan dalam hidup umat-Nya sepanjang sejarah.
Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini (1Tes. 4:17b-18)
Silakan unduh materi cetaknya:

