Dosa yang Tidak Disengaja (Im. 4:1-35)

Dosa yang Tidak Disengaja (Im. 4:1-35)

Suatu kali di salah satu Grup WA yang saya ikuti, ada seorang yang mengatakan sesuatu yang menyinggung orang lain di grup itu. Setelah sempat terjadi pertengkaran, orang tersebut mengatakan, “Ah, saya kan cuma bercanda…. Jangan dianggap serius.” Baginya, apa yang ditulisnya sama sekali tidak dimaksudkan untuk melukai. Sayangnya, lawan bicaranya memahaminya lain.

Mirip dengan kejadian itu, mungkin di dalam keseharian kita, banyak dosa yang “tidak sengaja” kita lakukan. Kita tidak merasa bersalah karena dosa-dosa itu tidak terlihat besar. Bahkan mungkin juga, biasa dilakukan orang-orang di sekitar kita. Namun bagi Tuhan, dosa tetaplah dosa. Baik terlihat kecil maupun besar, disengaja maupun tidak, dosa adalah hal yang serius.

Inilah yang dinyatakan di dalam Imamat pasal 4. Pasal ini secara khusus membicarakan tentang dosa yang tidak disengaja. Ini adalah jenis dosa yang bukan dilakukan secara terencana. Termasuk juga, dosa yang dilakukan tanpa disadari atau karena ketidaktahuan tentang Hukum Tuhan.

Mengapa dosa yang tidak disengaja tetap diperhatikan Tuhan? Bagaimanapun juga, dosa merusak relasi dengan Tuhan. Dampaknya, kehidupan pribadi, rumah tangga, dan masyarakat juga terdampak oleh kerusakan  yang dihasilkan oleh dosa itu.

Jadi, jangan sekali-kali menganggap enteng dosa. Sayangnya, di dalam kehidupan modern saat ini, dosa semakin dinormalisasi. Misalnya, orang terbiasa untuk saling berbagi meme (gambar yang biasanya mengandung sindiran) atau komentar yang merendahkan martabat orang lain. Walaupun dianggap wajar, bahkan menghibur, tindakan ini merendahkan manusia yang diciptakan menurut gambar Allah. Artinya, Allah sendiri yang direndahkan.

Kemudian, di dalam bagian ini juga ada berbagai kelompok orang: imam yang diurapi (TB)/Imam Agung (BIMK; ay. 3-12), umat Israel (ay. 13-21), penguasa (ay. 22-26), dan rakyat biasa (ay. 27-35). Dengan demikian, tidak ada orang yang kebal dari dosa (Rm. 3:23). Kita tidak bisa beralasan, “Saya kan jemaat biasa, wajar kalau masih sesekali melakukan dosa.” Kita juga tidak bisa menyembunyikan dosa dengan posisi kita, termasuk juga posisi dalam pelayanan. Dosa tetaplah dosa, yang mengakibatkan maut (Rm. 6:23).

Syukurlah, Tuhan memberikan jalan keluar. Orang-orang Israel yang melakukan dosa diminta untuk membawa berbagai kurban yang tidak bercacat, sesuai dengan posisinya di masyarakat. Kurban-kurban yang tidak bercacat itu menunjuk pada Kristus, kurban yang sempurna bagi dosa.

Ketika membaca pasal ini, saya diingatkan bahwa saya tidak bisa lepas dari dosa, karena dosa-dosa yang tidak disengaja pun diperhitungkan Tuhan. Namun, saya juga diingatkan dengan pengampunan dari Kristus. Kiranya rasa syukur ini  membuat kita hidup menjauh dari dosa dan terus menggali firman Tuhan, untuk terhindar dari dosa-dosa yang mungkin selama ini tidak kita ketahui atau sadari. Amin.

REFLEKSI

Ketika seseorang berbuat dosa, itu karena di dalam dirinya ada dosa. Tanpa adanya dosa di dalam diri kita, tidak akan ada dosa yang keluar dari diri kita (Charles Spurgeon)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Dosa-dosa dalam bentuk apakah yang sering dianggap remeh oleh orang-orang di sekitar lingkungan Anda? Bagaimana dampak dosa tersebut bagi orang yang terkena maupun bagi orang yang melakukannya?
  2. Apa dosa-dosa yang sering tidak sengaja Anda lakukan? Bagaimana cara Anda mengatasinya? Mohonlah kekuatan Roh Kudus!

REFERENSI AYAT ALKITAB

1 TUHAN menyuruh Musa 2 mengumumkan kepada bangsa Israel bahwa siapa saja yang dengan tidak disengaja berdosa karena melanggar salah satu dari perintah-perintah TUHAN, harus mengikuti peraturan ini.

3 Apabila yang berdosa Imam Agung, sehingga bangsa Israel ikut bersalah, ia harus mengurbankan seekor sapi jantan muda yang tidak ada cacatnya kepada TUHAN supaya dosanya diampuni.

13 Apabila yang berdosa seluruh umat Israel, sebab dengan tidak disengaja melanggar salah satu perintah TUHAN, 14 maka segera setelah dosa itu diketahui, umat harus membawa seekor sapi jantan muda ke depan Kemah TUHAN. Binatang itu harus dipersembahkan untuk kurban pengampunan dosa.

22 Apabila yang berdosa seorang penguasa karena dengan tidak disengaja melanggar salah satu perintah TUHAN, 23 maka segera setelah menyadarinya, ia harus mengurbankan seekor kambing jantan yang tidak ada cacatnya untuk pengampunan dosanya.

27 Apabila seorang dari rakyat biasa berbuat dosa karena dengan tidak disengaja melanggar salah satu perintah TUHAN, 28 maka segera setelah menyadarinya, ia harus mengurbankan seekor kambing betina yang tak ada cacatnya.

(Im. 4:1-35 BIMK)

Semua orang sudah berdosa dan jauh dari Allah yang hendak menyelamatkan mereka. (Rm. 3:23 BIMK)

Sebab kematian adalah upah dari dosa; tetapi hidup sejati dan kekal bersama Kristus Yesus Tuhan kita adalah pemberian yang diberikan oleh Allah dengan cuma-cuma. (Rm. 6:23 BIMK)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *