MENGAPA KITA PERCAYA ALKITAB?

MENGAPA KITA PERCAYA ALKITAB?

“Firman-Mu itulah kebenaran” (Yoh. 17:17b)

Ketika Alkitab tidak bisa dipercaya, seluruh kebenaran iman Kristen juga akan runtuh. Ibarat bangunan rumah yang fondasinya keropos. Oleh sebab itu, sangat penting bagi kita untuk memahami sejauh mana keandalan Alkitab.

DARI MANA ALKITAB BERASAL?

Alkitab sendiri menyatakan seluruh isinya sebagai firman Tuhan (2Tim. 3:16). Alkitab ditulis oleh sekitar 40 orang dari latar belakang yang beragam selama kurang lebih 1500 tahun dalam bahasa Ibrani (Perjanjian Lama), Yunani (Perjanjian Baru), dan Aram di beberapa bagian. Alkitab ditulis dalam bahasa manusia dengan beragam genre (narasi/sejarah, hukum, nubuat/pesan Tuhan melalui para nabi, puisi, Injil, surat, serta apokaliptik/penglihatan tentang akhir zaman). Jadi, Alkitab sangat kaya isinya dan dapat dimengerti oleh berbagai golongan orang.

Namun, semuanya ditulis berdasarkan pewahyuan dari Penulis tunggal, yaitu Roh Kudus (2Ptr. 1:21), sehingga dari kitab Kejadian hingga Wahyu isinya konsisten dan berotoritas. Inilah yang membedakan Alkitab dengan tulisan-tulisan lain.

APAKAH ALKITAB YANG KITA BACA SAAT INI DAPAT DIPERCAYA?

Dari tulisan-tulisan asli (otograf), Alkitab terus disalin dan diterjemahkan untuk disebarkan ke seluruh dunia sampai saat ini. Proses penyalinan dan terjemahan tersebut dilakukan dengan proses yang teliti karena menyangkut firman Tuhan.

Misalnya, para rabi Yahudi sampai menghitung jumlah huruf dan kata untuk memastikan salinannya tepat. Bahkan, mereka harus membersihkan diri setiap kali akan menulis nama Allah. Kemudian, terjemahan Alkitab juga dikerjakan oleh tim ahli dengan proses pengecekan yang ketat.

Berikut beberapa sanggahan yang sering muncul terhadap keandalan Alkitab dan jawabannya.

SanggahanJawaban
Alkitab yang asli sudah tidak ada, sehingga tidak bisa dipastikan kebenarannya.Karena hikmat-Nya, Tuhan mengizinkan tulisan Alkitab yang asli tidak/belum ditemukan. Namun, kita memiliki salinan yang cukup untuk meyakinkan kita bahwa Alkitab yang kita miliki ini sesuai dengan tulisan aslinya. Misalnya, ada sekitar 5800 salinan tulisan Perjanjian Baru dari masa-masa awal dan lokasi yang berbeda.
Alkitab hanya karangan para pengikut Yesus dan orang-orang Yahudi.Beberapa isi Alkitab sulit diterima akal, seperti Anak Allah yang mati menebus manusia berdosa. Para penulis Alkitab juga mengalami berbagai kesengsaraan, bahkan kematian, akibat pemberitaannya. Lalu, orang-orang Yahudi justru menjadi pihak yang bersalah dalam Alkitab. Fakta-fakta ini meyakinkan kita bahwa Alkitab bukanlah hasil akal-akalan segolongan orang.
Terjemahan Alkitab bermacam-macam dan bisa direvisi, jadi tidak bisa dipercaya.Bahasa manusia terus berkembang. Terjemahan diperlukan supaya Alkitab bisa dibaca dan dipahami oleh orang-orang dari berbagai bahasa dan zaman. Maka dari itu, kita perlu mengikuti terjemahan yang terpercaya, seperti terjemahan LAI untuk Alkitab bahasa Indonesia.
Alkitab dan ilmu alam/sains bertentangan.Baik Alkitab maupun hukum-hukum alam berasal dari Tuhan, jadi pasti sejalan. Yang  bisa bertentangan adalah tafsir terhadap Alkitab dengan tafsir terhadap hukum alam (ilmu alam/sains). Keduanya bisa keliru dan terus berkembang.

APA YANG DIAJARKAN ALKITAB?

Alkitab ditulis supaya manusia: 1) mengenal keselamatan yang ditawarkan di dalam Kristus (Yoh. 5:39) dan 2) mengetahui kehendak Allah bagi hidup manusia (Mzm. 119:105).

Semua yang diperlukan manusia untuk mengetahui keselamatan dan hidup yang benar ada di dalamnya. Kita tidak perlu bergantung pada sumber lain  seperti mimpi, pengalaman rohani, ajaran agama lain, buku-buku pengetahuan, atau nasihat manusia. Sumber-sumber tersebut boleh kita pelajari asalkan selaras dengan Alkitab (1Tes. 5:21).

BAGAIMANA KITA MERESPONS ALKITAB?

Karena Alkitab adalah firman Allah, kita harus meresponsnya dengan iman dan ketaatan (Yak. 1:22). Menolak atau tidak menaati isi Alkitab berarti menolak atau tidak menaati Tuhan sendiri. Jadikan Alkitab sebagai otoritas tertinggi dalam seluruh keberadaan kita. Hidup yang tidak dipandu oleh terang Alkitab akan kehilangan arah, yang akan merugikan kita baik di dunia ini maupun setelahnya.

Silakan unduh materi cetaknya di sini:

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *