Sebuah berita viral baru-baru ini menyebar di media sosial. Seorang dokter di Bandung diduga tega melakukan kekerasan seksual pada putri kandungnya yang masih berusia sekitar tiga tahun. Kasus ini terbongkar ketika ibunya memperhatikan putrinya sering memperagakan gerakan-gerakan yang tidak sesuai dengan usianya. Dibawanyalah putrinya itu ke dokter. Betapa kagetnya ibu itu setelah didapati putrinya terkena gonore, salah satu penyakit menular seksual. Setelah ditanyai oleh ibunya, putrinya itu menceritakan apa yang dilakukan ayahnya kepadanya.
Di luar berita tersebut, dosa-dosa seksual semakin marak terjadi di sekitar masyarakat kita. Tidak hanya yang kejam, menjijikkan, dan viral, tetapi juga mungkin yang bagi sebagian orang dianggap sepele. Konten-konten vulgar di media sosial, perselingkuhan melalui chat, atau cuci mata ketika berjalan-jalan di mal kelihatannya semakin dianggap wajar oleh masyarakat. Bahkan, ketika ada orang yang biasa mengunggah konten-konten vulgar dan dinasihati, nasihat itu dianggap mengatur hidup orang lain.
Di dalam Alkitab, pernikahan dan hubungan seksual adalah hal yang kudus karena Allah sendiri yang memerintahkannya (Kej. 2:18, 24). Asalkan, dilakukan dengan prinsip-prinsip kekudusan. Misalnya, dilakukan oleh dua orang yang berlawanan gender dan diikat dalam pernikahan gerejawi. Dengan menjaga standar kekudusan, maka tatanan keluarga dan masyarakat akan berjalan dengan baik dan kokoh.
Itulah sebabnya, Allah melarang bangsa Israel melakukan berbagai macam praktik seksual yang dilakukan oleh bangsa-bangsa di sekitar wilayah Kanaan (ay. 6-23). Mulai dari hubungan seksual dengan orang yang bersaudara dekat (inses), hubungan seksual dengan perempuan yang sedang haid, homoseksual, hingga persetubuhan dengan binatang (bestialitas). Selain itu, Tuhan juga melarang orang-orang Israel mempersembahkan anak-anak mereka kepada Molokh, sesembahan bangsa-bangsa di sekitar situ.
Di sepanjang pasal ini, frasa “Akulah TUHAN, Allahmu” muncul sampai empat kali (Im. 18:4, 6, 21). Ini menegaskan bahwa seluruh perintah dalam bagian ini memiliki otoritas dari Allah, yang harus dipatuhi. Allah melarang itu semua demi kebaikan bangsa Israel supaya mereka memiliki ikatan keluarga yang kokoh dan keberlangsungan hidup mereka terjamin.
Apa relevansinya bagi hidup kita? Di tengah perkembangan teknologi dan budaya masyarakat yang semakin mewajarkan dosa, marilah kita menjaga kehidupan seksual dan pernikahan sesuai dengan kekudusan Allah. Standar Allah begitu ketatnya, sehingga Yesus mengatakan jika mata kita menyebabkan kita berzina, lebih baik kita cungkil (Mat. 5:27-29). Betapa beratnya perintah ini, apalagi hati kita telah tercemar oleh dosa!
Maka, marilah kita terus bersandar pada kuasa Roh Kudus, yang mampu mengarahkan hati dan pikiran kita untuk selaras dengan kehendak Tuhan. Kemudian, jauhilah godaan sesegera mungkin dan isi pikiran kita dengan hal-hal yang membangun iman. Jangan biarkan dosa seksual merusak keluarga dan kehidupan rohani kita. Amin.
REFLEKSI
Ketika seksualitas manusia diselewengkan melalui pengabaian atau penyalahgunaan, keluarga manusia tidak akan bisa menjadi penyandang gambar Allah (Kenneth A. Matthews)
PERTANYAAN DISKUSI
- Budaya atau kebiasaan salah seperti apakah yang Anda perhatikan ada di kalangan Kristen masa kini?
- Di mana sajakah letak kesalahan/dosa di seputar pornografi? Jelaskan pandangan Anda berdasar ayat-ayat Alkitab, dan terangkan juga dampak dari pornografi!
REFERENSI AYAT ALKITAB
TUHAN berfirman kepada Musa: 2 ”Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Akulah TUHAN, Allahmu. 3 Janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Mesir, di mana kamu diam dahulu; juga janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Kanaan, ke mana Aku membawa kamu; janganlah kamu hidup menurut kebiasaan mereka. 4 Kamu harus lakukan peraturan-Ku dan harus berpegang pada ketetapan-Ku dengan hidup menurut semuanya itu; Akulah TUHAN, Allahmu. 5 Sesungguhnya kamu harus berpegang pada ketetapan-Ku dan peraturan-Ku. Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya; Akulah TUHAN. (Im. 18:1-5)
18 TUHAN Allah berfirman: ”Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”
24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. (Kej. 2:18, 24)
27 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. 28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. 29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. (Mat. 5:27-29)

