Hidup yang Mengandalkan Tuhan (Yer. 17:5-8)

Hidup yang Mengandalkan Tuhan (Yer. 17:5-8)

Kesombongan merupakan awal kehancuran. Inilah yang dialami oleh bangsa Yehuda. Mereka merasa aman karena berkoalisi dengan sekutu-sekutunya dan menyembah allah-allah asing. Akibatnya, mereka mengalami masa yang berat dengan dibuang ke Babel. Hukuman itu diberikan oleh Tuhan untuk menghancurkan kepercayaan diri bangsa Yehuda yang terlalu tinggi dan membuat mereka bertobat (29:11-13). Hidup susah di pembuangan menyadarkan mereka untuk kembali mengandalkan Tuhan, satu-satunya Allah yang berdaulat.
Apakah Yoh. 6:53-58 Mengacu pada Perjamuan Terakhir?

Apakah Yoh. 6:53-58 Mengacu pada Perjamuan Terakhir?

Memang ada penafsiran yang mengaitkan Yoh. 6:53-58 dengan Perjamuan Terakhir Yesus (The Lor's supper). Namun, argumen ini lemah. Perhatikan bahwa Injil-Injil Sinoptik dan Paulus menggunakan istilah tubuh (Yun. soma) ketika menyatakan Perjamuan Terakhir: "Inilah tubuh-Ku" (Mat. 26:26; Mrk. 14:22; Luk. 22:19; 1Kor. 11:24). Tetapi, Yohanes menggunakan istilah daging (Yun. sarx) dalam Yoh. 6:53-58 sehingga menyiratkan bahwa dia tidak sedang mengacu pada Perjamuan Terakhir.
Apa yang Menjadi Kerinduan Terdalam Kita? (Mzm. 84)

Apa yang Menjadi Kerinduan Terdalam Kita? (Mzm. 84)

https://open.spotify.com/episode/0DsL3Dsu5sJhgA2Aya3GnZ?si=cMxQOyi_RjOVbpEGuBhuTg Pejamkan mata Anda selama 20-30 detik dan bayangkan apa yang paling Anda sukai dan inginkan dalam hidup Anda? Boleh hal yang muluk-muluk. Sudah? Apa jawaban Anda? Jawaban Anda menyiratkan…
Pengharapan Tidak Hilang, Asal Kita Tidak Salah Mencari (Luk. 24:1-8)

Pengharapan Tidak Hilang, Asal Kita Tidak Salah Mencari (Luk. 24:1-8)

Di tengah himpitan persoalan hidup yang melanda, pengharapan merupakan sebuah kekuatan yang memampukan seseorang untuk tetap bertahan. Ketika seseorang sudah kehilangan pengharapan, maka dia bisa melakukan tindakan yang nekat dan tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Orang-orang Kristen sesungguhnya adalah orang-orang yang memiliki pengharapan yang kuat di dalam jaminan Tuhan (Rm. 15:13). Sayangnya, tidak sedikit orang Kristen yang hidup tanpa pengharapan sehingga kalah oleh keadaan.
Kasih Allah Versus Kasih Dunia yang Materialistis (Rm. 5:6-8)

Kasih Allah Versus Kasih Dunia yang Materialistis (Rm. 5:6-8)

Di negara-negara Barat, Jumat Agung (hari ketika Kristus mati di salib) biasa disebut dengan Good Friday. Mengapa peristiwa yang luar biasa keji bisa disebut good (baik)? Karena melalui darah-Nya, orang-orang yang percaya kepada-Nya memperoleh pengampunan dosa (Ef. 1:7). Inilah Kabar Baik tentang kasih Allah. Kabar terpenting yang perlu didengarkan oleh manusia.
Mau Seperti Yudas atau Maria? (Yoh. 12:1-8)

Mau Seperti Yudas atau Maria? (Yoh. 12:1-8)

Tahukah Anda bahwa pekan terakhir dalam kehidupan Tuhan Yesus menempati porsi yang besar dalam kitab-kitab Injil? Narasi tersebut diceritakan dalam Matius 21-28 (33% dari Injil Matius), Markus 11-16 (40% dari Injil Markus), Lukas 19-24 (25% dari Injil Lukas), dan Yohanes 12-21 (50% dari Injil Yohanes). Besarnya porsi narasi hari-hari menjelang penyaliban-Nya ini menyiratkan bahwa hidup-Nya memang dijalani untuk menggenapi kasih Allah dalam menyelamatkan orang-orang berdosa. Sayangnya, kasih Allah yang luar biasa besar ini sering dipandang rendah oleh manusia, seperti apa yang tertulis dalam Yoh. 12:1-8 ini.
Hidup Sebagai Umat yang Kudus (Ul. 14:1-2)

Hidup Sebagai Umat yang Kudus (Ul. 14:1-2)

Ketika mendengar kata “umat yang kudus,” apa yang ada dalam bayangan kita? Apakah orang-orang yang derajatnya hampir sama dengan malaikat, tidak pernah berbuat dosa? Atau, orang-orang yang ekstrim, antisosial dan tidak mau bergaul dengan yang lain? Kekudusan sering disalahartikan, dan juga diabaikan, oleh orang-orang Kristen. Akibatnya, tidak sedikit di antara orang Kristen yang hanya merasa senang karena telah menerima anugerah keselamatan, tetapi dalam kehidupan sehari-hari sama dengan orang lainnya.
“Aku Haus!” (Yoh. 19:28-30)

“Aku Haus!” (Yoh. 19:28-30)

Banyak tokoh dunia yang terkenal karena perkataannya, tetapi tidak ada yang setara Kristus. Perkataan-Nya tidak hanya memiliki makna yang dalam, tetapi juga memiliki kuasa. “Aku haus!” merupakan perkataan kelima dari tujuh perkataan menjelang kematian-Nya yang tercatat di dalam Injil. Perkataan ini merupakan ironi, peristiwa yang bertentangan dengan apa yang diharapkan. Pemilik seluruh alam semesta, kok meminta minum? Dia yang menawarkan air hidup (7:14), mengapa justru malah dehidrasi kekurangan air?
Masa Tua Seperti Apa yang Akan Kita Jalani? (Mzm. 92:13-16)

Masa Tua Seperti Apa yang Akan Kita Jalani? (Mzm. 92:13-16)

https://open.spotify.com/episode/2lCTSi7ze5jRqGCDKtDnkK?si=PDGI80_ATEazB00a-B3BlQ 13 Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; 14 mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita.…